Modal

Mendapatkan Pendanaan Perbankan untuk Investasi Tanah

Mendapatkan Pendanaan Perbankan untuk Investasi Tanah – Memiliki rumah idaman adalah dambaan banyak orang, akan tetapi seringkali keuangan menjadi alasan utama sulitnya mendapatkan pendanaan. Namun jangan khawatir, saat ini banyak lembaga keuangan seperti bank yang memberikan penawaran kredit pembiayaan yang biasa di sebut Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Lalu, bagaimana jika masih dalam bentuk kaveling, apakah bank mau memberikan kreditnya? Saat ini, sudah banyak bank yang memberikan fasilitas kredit untuk pembelian kaveling yang disebut Kredit Kepemilikan Tanah (KPT).

Kredit Kepemilikan Tanah merupakan fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh bank untuk membantu masyarakat yang akan membeli kaveling / tanah. Namun, kaveling / tanah tersebut haruslah siap untuk dibangun rumah tinggal. Syarat dan proses pengajuan KPT hampir sama dengan KPR, untuk dokumen syaratnya sama dengan KPR, hanya objek kreditnya yang berbeda.

Namun, perlu diketahui, dalam hal ini ada bank yang menyaratkan DP (Down Payment) lebih besar untuk Kredit Kepemilikan Tanah. Kebanyakan bank lebih menyukai tanah yang dimiliki oleh developer dengan alasan tanah yang dibeli dari developer lebih terjamin. Mengenai status tanah sendiri bank menyaratkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Proses pengajuan KPT sama dengan KPR atau KPA, yakni melalui tahap penaksiran oleh juru taksir atau appraisal. Akad kredit KPT yang sudah disetujui harus ditandatangani, kemudian sertifikat Anda akan dikenai hak tanggungan sampai proses pembayaran kredit berikut bunga yang disepakati selesai sampai akhir masa kredit.

Perlu diketahui, sebelum proses akad kredit ini akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu oleh notaris yang ditunjuk bank ke Badan Pertanahan Setempat. Untuk tanah-tanah yang dipasarkan oleh developer, biasanya developer dan bank pemberi kredit ada perjanjian khusus yang berkenaan dengan status apakah bebas dari sengketa, perizinan tidak bermasalah dan keaslian sertifikatnya.

Membeli tanah melalui pembiayaan dari bank bukan berarti tanah tersebut bebas dari permasalahan. Kemungkinan permasalahan yang akan timbul selalu ada, akan tetapi peluang kemunculannya kecil. Ini dikarenakan sebelum dilaksanakannnya akad kredit debitur dengan bank, pihak bank melalui notaris yang ditunjuk akan melakukan pengecekan dengan teliti, terutama terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh debitur dan developer atau penjual.

Oleh sebab itu, sebaiknya sebelum mengajukan pinjaman kredit KPT Anda melakukan beberapa pengecekan terlebih dahulu, misalnya status sertifikatnya, perizinan, dan juga kredibilitas developer. Jika suatu saat ada permasalahan yang berkenaan dengan keaslian sertifikat ataupun ada masalah dengan luas tanah yang sesungguhnya maka yang harus dimintai pertanggungjawaban adalah developer / penjual yang bersangkutan.

Mengenai persyaratan yang harus dipersiapkan untuk pengajuan KPT, salah satunya adalah keterangan Warga Negara Indonesia dengan batas usia minimal 23 tahun dan maksimal 55 tahun (ketika kredit berakhir). Selain itu, berkas dokumen yang haruslah dipersiapkan secara keseluruhan adalah sebagai berikut.

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi Surat WNI bagi warga keturunan
  • NPWP, SPT/PPh 21
  • Fotokopi rekening tabungan/ rekening Koran
  • Fotokopi SIUP/Slip Gaji
  • Fotokopi surat keterangan lain yang berkenaan dengan pekerjaan yang akan mendukung penilaian pihak bank

Demikian info tentangĀ Mendapatkan Pendanaan Perbankan untuk Investasi Tanah semoga bermanfaat.

Sumber: Sukses Membeli Tanah Tanpa Modal, Supriyadi Amir

Join The Discussion